Sekitar sebulan lalu, tiba-tiba saja motor kantor yang biasa saya bawa
mengeluarkan bunyi yang aneh. Pagi-pagi ketika men-stater motor, saya
terkejut mendengar bunyi suara motor yang bising - jauh lebih bising dari
biasanya. Motor kantor itu memang sudah cukup tua. Di STNK tercatat bahwa
motor itu keluaran tahun 2000. Jadi sudah sekitar 10 tahun usianya. Wajarlah
jika suaranya mungkin agak bising dibanding motor lain yang lebih baru.
Namun pagi ini suara yang keluar tidak biasanya. Lebih bising dan lebih
ribut. Tapi karena sedang buru-buru harus segera ke kantor, saya menunda
memeriksa sumber suara aneh itu. Sepanjang perjalanan motor saya
mengeluarkan bunyi meraung-raung. Bahkan beberapa kali sempat terdengar
suara letupan kecil pada knalpot. Rasa was-was menghantui saya sepanjang
jalan. Kuatir motor mogok atau muncul masalah lain. Syukurlah saya bisa tiba
di kantor dengan selamat tanpa kurang suatu apa.

Tapi, karena tiba di kantor di jam yang sudah mepet, saya tidak sempat lagi
memeriksa motor saya pagi itu. Begitu tiba, saya langsung berkutat dengan
pekerjaan hingga masalah motor agak terlupakan. Baru pada sore hari ketika
hendak pulang dan men-stater motor, barulah saya tersadar bahwa motor saya
masih bermasalah. Saya agak kebingungan juga, karena pada jam begini
biasanya bengkel motor resmi sudah tutup.

"Lan, suara motornya ribut sekali. Lebih ribut dari biasanya" kata seorang
teman kantor.

"Iya, dari tadi pagi ribut begini. Kira-kira kenapa ya?" tanyaku.

"Coba periksa baut knalpotnya. Biasanya bunyi begini terjadi karena baut
knalpotnya longgar. Kencangkan saja, nanti suaranya pasti akan jadi normal
lagi," katanya memberi penjelasan.

Karena saya tidak mengerti banyak soal motor, saya coba menuruti sarannya.
Saya matikan motor, lalu memeriksa baut knalpot. Ternyata benar. Bautnya
memang longgar. Saya segera mengambil kunci dan mengencangkan lagi baut yang
longgar itu. Setelah kencang, saya coba men-stater motor. Benar juga. Kini
suara motornya kembali normal. Tidak lagi bising seperti tadi. Ternyata
penyebab suara yang bising itu karena baut knalpot yang longgar. Kini, jika
suatu saat suara aneh itu muncul lagi, saya sudah tahu apa yang harus saya
lakukan: mengencangkan bautnya.

Dalam kehidupan saya sering mengalami saat-saat dimana sepertinya apa yang
saya ucapkan tidak lagi sesuai dengan kehendak TUHAN. Dan keadaan seperti
itu seringkali terjadi ketika hubungan saya dengan TUHAN dalam keadaan
longgar. Ketika saya malas berdoa, tidak suka bersaat teduh, atau lebih
sibuk dengan pekerjaan dan melupakan hubungan pribadi dengan TUHAN. Pada
saat seperti itulah manusia lama saya muncul dan mengeluarkan suara yang
lebih nyaring dari biasanya. Yang keluar dari mulut saya adalah hal-hal yang
tidak berkenan. Amarah yang berlebihan, gosip, menjelek-jelekkan orang,
makian, bahkan kadang juga kutuk.

Bersyukurlah saya karena ada Roh Kudus yang senantiasa memberi saya
peringatan. TugasNya untuk mengingatkan manusia akan dosa terbukti selalu
membuat saya cepat sadar bahwa ada yang salah dalam diri saya. Dan saya
perlu mengencangkan kembali hubungan yang longgar dengan Bapa agar supaya
'suara' yang keluar benar-benar suara yang sesuai dengan kehendakNya.

Hari ini, mari kita mendengarkan lagi suara kehidupan yang kita keluarkan.
Siapa tahu hubungan kita dengan Bapa sedang longgar dan kita perlu
mengencangkannya lagi.

sumber : email g lagi

date Minggu, 07 Maret 2010

0 komentar to “BAUT YANG LONGGAR”