Ko gandhy liad apa coba???:-p


Photo kuarga ceritanya...^^


Huahahahaha... Lagi bebarengan di bawah puzzle hati..:-p


Hihihihi... Norak amid yah..:-p


Ampun deh.. Dimanapun kapanpun sama sapapun tetep aja photo.... Narsis...:-p

date Selasa, 24 Februari 2009

CuantiQ - cuantiq kan?? Haahhaha...


Eva n Agnes neh... Empuk deh si eva.. Hahahaha..


Dahsyat neh Yuan.. Masa diapit 2 cwo..???>.<

Kalo yg 3 ini tentu yg paling cuakep di GCC... Hahaahha....


Gandhy n Yoh neh... Jempolin apa coba??? Hahahahaha....

date Senin, 23 Februari 2009


Artezzz.... Artezzz neh... Haahahaha... Bagus kan?^^


Hayu tebak tangan g yg mana.. Hahahaha...


Sebelum makan neh... Sebelum makan aja photo dlu.... Narsis...


Yoh Tatang penuh cahaya kemuliaan neh.. Haahhahaha...


Hanya ada 1 yg cantiQ... Haahahha...

date

Apakah Anda bertanya-tanya apakah orang yang sedang dekat atau berpacaran dengan Anda adalah pilihan pasangan yang terbaik dari Tuhan untuk Anda tapi Anda belum merasa mendapat kepastian yang jelas? Menentukan orang yang dengannya Tuhan ingin Anda menghabiskan sisa hidup bersama adalah keputusan yang kritis, yang membutuhkan Anda untuk mengesampingkan agenda dan hasrat pribadi, untuk mempertimbangkan hal lain yang lebih penting: Apa yang Tuhan ingin katakan pada saya mengenai hubungan ini?

Berikut ini beberapa karakteristik yang saya yakin konsisten dengan karakteristik orang yang akan Tuhan pertemukan dengan Anda untuk bersama sepanjang hidup Anda, dengan catatan Anda juga adalah orang yang terbaik dari Tuhan untuk orang lain itu. Ini bekerja 2 arah, Tuhan tidak akan memberikan Anda yang terbaik jika Anda belum menjadi yang terbaik untuk calon pasangan Anda. Jadi, pastikan Anda juga mengukur diri Anda sendiri dengan 8 karakteristik berikut ini.


Bergairah Untuk Tuhan
Pertanyaan: Apakah orang ini bergairah untuk mencari dan mendekat pada Tuhan karena motivasi dari dirinya sendiri? Dalam kesehariannya, apakah dia membaca Alkitab, berdoa, dan mempunyai komunitas gereja? Apakah orang ini bergairah untuk Tuhan?
Ingatlah: Orang yang terbaik dari Tuhan akan mempunyai hubungan pribadi yang terus bertumbuh denganNya secara murni dan intim. Dengan kata lain, dia tidak akan mampu meninggalkan Tuhan dengan atau tanpa Anda


Berdoa
Pertanyaan: Apakah orang ini berdoa secara teratur? Apakah dia dengan mudah berdoa bersama saya atau di depan orang lain? Apakah dia berbicara tentang doa-doa pribadinya dan doa-doa yang terjawab?
Ingatlah: Pernikahan tanpa doa seperti bola lampu tanpa aliran listrik. Yang terbaik dari Tuhan adalah seseorang yang berkomunikasi denganNya secara teratur untuk mendapatkan arahan dalam hidupnya, keintiman dengan Tuhan, dan juga untuk menabur dalam kehidupan orang-orang di sekitarnya.



Murni
Pertanyaan: Apakah orang ini memutuskan untuk menunggu sampai pernikahan untuk hubungan seksual? Apakah tindakannya sesuai dengan perkataannya yang menyatakan bahwa dia ingin menjadi murni dan menghormati Tuhan dalam hal pernikahan? Apakah orang ini berusaha untuk membuat batasan-batasan fisik yang sehat dan berkomitmen untuk menghormati kesucian saya di atas keinginan-keinginannya yang egois?
Ingatlah: Saya percaya salah satu dari barometer apakah seseorang berjalan bersama dengan Tuhan atau tidak adalah apakah dia mencoba menggoda Anda untuk melakukan dosa seksual atau tidak. Jika dia benar-benar mengasihi dan taat pada Tuhan, tidak akan ada alasan, bermain api, atau kompromi. Orang ini akan menghormati Tuhan di atas semua hasrat egoisnya, dan karena itu dia akan menghormati dan mengasihi Anda, melindungi tubuh Anda sampai pernikahan.


Mau Diajar
Pertanyaan: Apakah orang ini mau untuk mencari bantuan atau meminta pertolongan? Apakah dia mengakui jika dia melakukan kesalahan dan meminta maaf? Apakah dia mencari pertimbangan dari sesama orang percaya? Apakah dia menghormati otoritas yang diberikan Tuhan dalam hidupnya? Apakah dia mau taat sepenuhnya pada Tuhan?
Ingatlah: Jika pasangan Anda mau diajar dan menerima input dari Anda maupun orang lain, dia sepertinya juga mudah diajar oleh Tuhan. Tidak ada rasa aman yang lebih besar dalam pernikahan (terutama bagi wanita, yang akan tunduk pada suami mereka) daripada percaya pada pasangan (atau suami) yang mudah diajar oleh Tuhan dan mencari kehendak Tuhan di atas kehendaknya sendiri. Seorang pria atau wanita yang hidup untuk menyenangkan Tuhan adalah orang yang sapat anda percaya untuk keputusan-keputusan yang penting. Seseorang yang mengijinkan orang lain untuk berbicara tentang kebenaran tentang hidupnya juga bijaksana dan mau diajar.


Jujur
Pertanyaan: Apakah orang ini mengatakan kebenaran pada Anda walaupun itu sulit? Apakah dia mau berbicara terbuka tentang perasaannya, pergumulannya, masa lalunya, dan kegagalannya? Apakah dia bertanggung jawab atas tindakannya saat dia melakukan kesalahan? Apakah dia pernah memutarbalikkan kebenaran atau meminimalkannya agar dia bisa keluar dari masalah atau membuat dia terkesan lebih baik?
Ingatlah: Kejujuran perkataan pasangan Anda dalam pernikahan adalah hal yang vital. Dalam hubungan kencan, harus ada tanda dari kejujuran dan keterbukaan. Orang yang berkencan dengan anda sewajarnya mau untuk terbuka dan berbicara tentang hal-hal sulit dalam hidupnya, dia tidak berusaha menyembunyikan atau memutarbalikkan kebenaran, dan dia mau bertanggungjawab jika dia melakukan kesalahan. Dia tidak seharusnya merasa takut jika dia telah berbuat salah.


Utuh
Pertanyaan: Apakah orang ini menempatkan harapan dan kebutuhan emosionalnya terutama dalam Tuhan? Saat mengalami kesulitan apakah dia berusaha mengisi kekosongan dengan dukungan emosional dari orang lain (khususnya saya)? Apakah dia baik-baik saja ataukah dia bergumul dengan kegelisahan terus menerus, kecanduan, kebiasaan buruk (alkohol, penyimpangan pola makan, pornografi, obat-obatan, belanja berlebihan, dan lainnya)?
Ingatlah: Orang yang Anda nikahi tidak bisa bergantung pada Anda untuk membuat mereka bahagia, atau untuk selalu berada di samping mereka sepanjang waktu. Lihatlah apa yang dia lakukan untuk menangani rasa sakit, masalah, atau kebosanan. Apakah dia menghindarinya, menguburnya, tidak mempedulikannya, atau menghadapinya? Anda harus dapat melihatnya bergantung pada Tuhan untuk kebutuhan emosionalnya dan rasa sakitnya. Meletakkan harapan yang terlalu besar pada satu sama lain atau bergantung pada siapapun/apapun selain Tuhan untuk menghadapi rasa sakit dan kebosanan lama-kelamaan akan berdampak negatif pada pernikahan karena hanya Tuhan yang dapat mengisi kekosongan itu. Hanya Tuhan yang dapat memberikan penghiburan, harapan, dan rasa aman.


Berserah
Pertanyaan: Apakah orang ini dengan keras kepala mengejar rencana dan tujuannya, ataukah dia seringkali menyerahkan hidupnya pada Tuhan dan rencanaNya?
Ingatlah: Jika orang yang Anda nikahi hidup hanya untuk dirinya sendiri, Anda tidak akan mempunyai pernikahan yang Tuhan maksudkan untuk Anda. Seseorang yang berserah pada Tuhan akan membuka pintu-pintu kepada perjalanan dan petualangan pernikahan dalam rencanaNya!


Memaafkan
Pertanyaan: Apakah orang ini dapat memaafkan dan menghadapi hal-hal dengan mudah? Apakah dia memperlakukan dengan baik orang yang telah menyakitinya di masa lalu? Apakah ada area kepahitan atau tidak mau mengampuni dari masa lalunya yang belum atau tidak dia hadapi, sehingga sering muncul ke permukaan?
Ingatlah: Orang yang tidak mau mengampuni biasanya tidak terhubung dengan

pengampunan Tuhan atas dirinya. Orang ini akan membawa kepahitannya dalam pernikahan yang nantinya juga akan mempengaruhi Anda. Orang yang mau mengampuni menyadari bahwa Tuhanlah yang memegang kendali, yang membebaskan mereka untuk melepaskan rasa sakit hati dan menerima kedamaian. Karakter ini akan menjadi berkat bagi Anda saat Anda menghadapi konflik pernikahan.

Jika, setelah membaca daftar di atas, Anda menemukan bahwa karakteristik itu masih belum Anda miliki dalam diri Anda sendiri, saya mendorong Anda untuk mulai membangunnya dalam hidup Anda. Pelajarilah Firman Tuhan, lakukan, dan berdoalah setiap hari, membaca buku-buku Kristen, bergabung dengan komunitas Kristen.

Jika Anda sedang berhubungan serius dimana Anda dan calon pasangan Anda tidak mempunyai semua karakteristik di atas, dan jika Anda masih belum mengetahui rencana Tuhan untuk masa depan Anda, cobalah langkah-langkah ini:

• Mintalah masukan dan pertimbangan dari orang-orang percaya lainnya yang lebih dewasa. Mereka bisa saja pastor, orang tua, teman dekat Anda, atau konselor bimbingan pra nikah.
• Berdoalah dan atau berpuasa untuk jawaban doa Anda. Berjanjilah untuk beberapa waktu terpisah dengan calon pasangan Anda untuk saling berdoa.
• Perhatikan roh Anda. Jika Anda tidak merasa damai sejahtera tentang hubungan Anda dengannya, perhatikan. Damai sejahtera dapat menjadi salah satu cara Tuhan yang penting untuk mengatakan sesuatu kepada Anda.
• Menunggu. Mungkin Tuhan memang belum menyatakan rencanaNya untuk hubungan Anda.

date Kamis, 05 Februari 2009

Anda merasa klik. Ia memenuhi kriteria laki-laki yang banyak diinginkan perempuan: tampan, mapan dan budiman. Tapi apakah dia Mr. Right yang dapat menjadi teman hidup?

Untuk mengetahuinya, Susan Swimmer dalam buku Is He The One? 101 Question That Will Lead You to The Truth, Whatever That Is, memberi beberapa pertanyaan untuk menentukan Si Dia Mr. Right atau si Mr. Wrong. Kuncinya di sini adalah menjawab dengan jujur. Siap?


1. Apakah dia berpikir dia adalah pria yang beruntung?

Lelaki berjiwa positif dan selalu merasa beruntung, meski dilanda kesulitan hidup, akan memancarkan aura kebahagiaan. Lebih jauh, kehadiran Anda di sisinya ia anggap sebagai berkah. Itu sangat bagus. Pria seperti ini akan selalu jadi supporter berat Anda. Ia akan menularkan aura positifnya pada Anda. Selain itu, dia membuat Anda yakin bahwa Andalah pujaan hatinya.


2. Apakah kebiasaan buruk dia bisa Anda terima?

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan kecil dan punya kebiasaan buruk. Apakah Anda bisa menerima itu semua? Jika iya, itu pertanda bagus. Karena berarti Anda bisa melihat sesuatu dari kacamata yang lebih besar. Apa yang terpenting dalam diri pasangan hidup? Menurut Susan, ia harus punya visi yang jelas, perhatian, respek, jujur dan terpenting, mencintai Anda.


3. Pernahkah dia melihat Anda dalam keadaan terburuk?

Ia pernah melihat wajah Anda lebih buruk daripada wajah tanpa make up, kusut saat bangun tidur, tubuh sedang gemuk-gemuknya dan berbagai kondisi yang membuat orang tak tertarik pada Anda. Apa reaksi dia? Terkejut, langsung pergi tanpa kembali dan mengkritik Anda habis-habisan di depan orang lain? Atau dia hanya tersenyum dan tetap punya cinta yang besar untuk Anda? Jika jawabannya yang terakhir, dia patut Anda pilih.


4. Apakah dia menyimpan rahasia?

Setiap orang pasti punya rahasia pribadi. Apakah Anda dan dia punya kesamaan pandangan tentang mana rahasia yang perlu dibagi dan mana yang tidak? Jika ya, itu bagus. Karena ke depan Anda dan dia tak akan berselisih paham soal ini. Tanpa perlu diminta atau dipaksa, Anda dan dia akan saling menceritakan rahasia, tanpa salah satu merasa terganggu dan tak enak hati.


5. Apakah Anda tahu berapa gajinya?

Anda tak harus mengetahui jumlah detailnya. Setidaknya, Anda tahu bahwa gaji dia sekian rupiah. Anda mesti tahu karena sebelum memasuki fase lebih serius dari sebuah hubungan, Anda dan dia perlu mendiskusikan hal ini secara terbuka. Mengapa? Karena kebanyakan hubungan berantakan karena adanya ketidakjujuran dalam soal keuangan.


6. Apakah Anda bisa menyebutkan bagian tubuh Anda yang dia anggap menarik?

Jika Anda tahu tanpa perlu bertanya padanya, bahwa dia menyukai mata, kaki dan senyum Anda, itu awal yang bagus. Mengapa? Karena itu menandakan dia sering memuji Anda. Dia bukan orang yang pelit memberi pujian. Dan itu sangat menyenangkan perempuan.


7. Apakah dia tidak keberatan membantu Anda?

Meski malam sebelumnya dia belum tidur karena harus lembur, dia tak pernah keberatan, bahkan mengajukan diri untuk menjemput dan mengantar Anda ke dokter gigi keesokan harinya. Lelaki seperti ini sangat layak dipertimbangkan. Karena dia tipe pasangan yang dapat diandalkan.


8. Apakah dia membuat Anda tertawa?

Seorang pria yang bisa membuat Anda tertawa menandakan dia orang yang menikmati hidup. Ia bisa bersenang-senang. Hidup dengan pria seperti ini akan membawa keceriaan. Dia bisa membuat Anda melupakan masalah dan tak berlama-lama bersedih. Hidup tidaklah mudah, dan bayangkan jika Anda hidup dengan orang yang sulit tertawa, stres pasti akan melanda.


9. Apakah dia memakai seatbelt?

Pertanyaan terakhir ini agak menggelikan. Tapi menurut Susan, ada kaitannya dalam menilai seseorang. Mengenakan seatbelt adalah sebuah isyarat bahwa dia peduli pada dirinya dan masa depannya. Ia bukan orang yang mau merusak diri sendiri dan orang yang dicintainya. Anda tak perlu khawatir hidup dengan pria seperti ini karena dia orang yang bisa menjaga Anda.

Kunci utama dalam suatu hubungan Kristen yang berniat masuk ke jenjang pernikahan adalah SEIMAN dan SEPADAN. Semua hal di atas dapat Anda jadikan kriteria tapi bukan pegangan ataupun patokan untuk menikah. Karena jika pasangan yang Anda cintai memenuhi semua kriteria di atas, namun tidak masuk dalam kebenaran Firman Tuhan sebagai pasangan yang SEIMAN dan SEPADAN, Anda tahu apa yang harus Anda lakukan jika Anda ingin tetap berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan. Walaupun mungkin itu bukan suatu keputusan yang mudah untuk Anda ambil.


Jadi, apakah Si Dia sudah memenuhi semua kriteria di atas?

date

Mencari pendamping seseorang yang bisa menjadi pasangan sempurna? Wah, bisa-bisa Anda kehabisan napas sebelum sukses menemukannya! Kata orang, mencintai ketidaksempurnaan adalah bukti bahwa Anda memiliki cinta yang sempurna.


Fokus Pada Kelebihan

Kekasih Anda mungkin tidak good looking atau kaya raya. Tapi, pasti ada sesuatu dalam dirinya yang mampu meluluhkan hati Anda. Mungkin, kedewasaannya yang mengimbangi sisi kekanakan Anda. Sikap spontannya yang selalu membuat Anda bersemangat, atau kepandaiannya. Berfokus pada poin plus yang dimiliki pasangan akan membuat Anda bersyukur berada di sampingnya dan memupuk rasa cinta Anda.


Jangan Ubah Dirinya

Menuntut pasangan menjelma menjadi seorang kekasih yang sempurna adalah tindakan yang tidak fair. Meski begitu, bila ada suatu hal yang membuat Anda merasa kurang sreg, sah-sah saja kok memberikan masukan. Supaya ia menerimanya, jelaskan keuntungan yang bisa ia peroleh bila mengikuti saran Anda. Tapi, jangan terlalu berharap, ya! Bagaimana pun, Anda tidak bisa mengubah seseorang jika ia tidak menginginkannya.


Kurang Itu Manusiawi

Apa yang membuat tabloid gosip laris manis? Bukan karena prestasi yang dicetak selebriti, melainkan kegagalan dan skandal mereka. Meski kedengarannya jahat, kabar buruk tersebut ampuh menghibur pembaca, karena membuktikan selebriti juga manusia yang punya kekurangan. Coba bayangkan bila Si Dia tidak punya nilai minus satu pun. Malah mencurigakan, kan?


Jangan Membandingkan

Seringkali, yang membuat Anda tidak puas atas pasangan adalah kualitas kekasih orang lain. Apa yang terlihat indah di luar tak selalu sama manisnya di dalam. Siapa tahu, selama berpacaran dengan si ganteng, kekasihnya sebenarnya merana pacarnya tak tahu manner. Atau, dia ganteng tapi berotak seadanya.


Introspeksi Diri

Ungkapan nobody's perfect berlaku pada semua orang tanpa kecuali. Jika sedang dibuat jengkel oleh ulah pasangan, coba berkaca pada diri sendiri. Pasti Anda juga punya kekurangan atau hal-hal tertentu yang terkadang bikin kekasih ilfil. Bukankah Anda juga berharap kekasih mau menerima kekurangan yang ada dalam diri Anda?


Kompromi

Jika Anda dan dia sudah saling mengenal, kini saatnya menilai kualitas hubungan. Ukur pula kadar toleransi yang Anda berdua miliki. Sebab, pada akhirnya yang menentukan kelanggengan suatu hubungan adalah komitmen serta upaya untuk saling kompromi terhadap kekhasan yang dimiliki kedua belah pihak.

Mendasarkan hubungan Anda atas kebenaran-kebenaran Firman Tuhan adalah hal yang utama, tak ada dasar lain yang dapat mengokohkan hubungan Anda berdua selain kasih Tuhan sendiri. Setiap kita memang tidak ada yang sempurna, namun Tuhan menciptakan setiap pasangan untuk saling melengkapi. Amsal 10:12b berkata, "... tetapi kasih menutupi segala pelanggaran." Milikilah kasih Kristus, karena cinta sejati yang berasal dari kasih Kristus-lah yang dapat memampukan Anda menerima kekurangan pasangan Anda dan tetap mengasihinya tanpa syarat.


date

Sejak semula, keluarga dari si gadis tidak menyetujui hubungannya dengan sang pemuda.
Mereka mengajukan alasan mengenai latar belakang keluarga, bahwa jika si gadis memaksa terus bersama dengan sang pemuda, dia akan menderita seumur hidupnya......

Karena tekanan dari keluarganya, si gadis jadi sering bertengkar dengan pacarnya. Gadis itu benar2 mencintainya, dan dia terus-menerus bertanya, "Seberapa besar kamu mencintaiku?"

Sang pemuda tdk begitu pandai berbicara, dia selalu membuat si gadis marah. Dan komentar-komentar dari> orangtuanya membuatnya bertambah kesal.

Sang pemuda selalu menjadi sasaran pelampiasan kemarahannya. Dan sang pemuda selalu membiarkannya melampiaskan kemarahannya kepadanya....

Setelah beberapa saat, sang pemuda lulus dari perguruan tinggi. Ia bermaksud meneruskan kuliahnya ke luar negeri, tapi sebelum dia pergi, dia melamar gadisnya, "Saya tidak tahu bagaimana mengucapkan kata2 manis, tapi saya tahu bahwa saya mencintaimu. Jika kamu setuju, saya ingin menjagamu seumur hidupmu. Mengenai keluargamu, saya akan berusaha keras untuk meyakinkan mereka agar menyetujui hubungan kita. Maukah kamu menikah denganku?"
Si gadis setuju, dan keluarganya setelah melihat usaha dari sang pemuda, akhirnya merestui hubungan mereka. Sebelum pemuda itu berangkat, mereka bertungan terlebih dahulu. Si gadis tetap tinggal di kampung halaman dan bekerja, sementara sang pemuda meneruskan kuliahnya di LN.....

Mereka melanjutkan hubungan mereka melalui surat dan telepon.
Kadang-kadang timbul kesulitan, tapi mereka tidak menyerah terhadap keadaan.

Suatu hari, dalam perjalanan ke tempat perhentian bis sepulang dari kerja, si gadis tertabrak mobil hingga tak sadarkan diri.. Ketika siuman, dia melihat kedua orangtuanya dan menyadari betapa beruntungnya dia dapat selamat.

Melihat air mata orangtuanya, dia berusaha untuk menghibur mereka.
Tetapi dia menemukan... bahwa dia tidak dapat berbicara sama sekali..
Dia bisu..... Menurut dokter kecelakaan tersebut > telah mencederai otaknya, dan itu menyebabkannya bisu seumur hidupnya. Mendengar orangtuanya membujuknya, tapi tidak dapat menjawab sepatah kata pun, gadis tersebut pingsan... Sepanjang hari hanya dapat menangis dan membisu...

Ketika akhirnya dia boleh pulang dari RS, dia mendapati rumahnya masih seperti sedia kala. Hanya jika telepon berdering, dia menjadi pilu.
Dering telepon telah menjadi mimpi terburuknya. Dia tidak dapat memberitakan kabar buruk tersebut kepada pacarnya dan menjadi bebannya.

Dia menulis sepucuk surat untuknya, memberitahukan bahwa dia tdk mau lagi menunggu nya. Hubungan antara mereka sudah putus, bahkan dia mengembalikan cincin pertunangan mereka. Mendapat surat dan telepon dari si pemuda, dia hanya bisa menitikkan air mata... Ayahnya tidak tahan melihat penderitaannya, dan memutuskan untuk pindah. Berharap bahwa dia dapat melupakan segalanya dan menjadi lebih bahagia...

Pindah ke tempat baru, si gadis mulai belajar bahasa isyarat. Dia berusaha melupakan sang pemuda.... Suatu hari sahabatnya memberitahukan bahwa pemuda itu telah kembali dan mencarinya ke mana-mana. Dia meminta sahabatnya untuk tidak memberitahukan di mana dia berada dan menyuruh pemuda tsb. untuk melupakannya..... Lebih dari setahun, tidak terdengar lagi kabar pemuda itu sampai akhirnya sahabat si gadis menyampaikan bahwa sang pemuda akan menikah dan menyerahkan surat undangan. Dia membuka surat undangan itu dengan hati pedih, dan menemukan namanya tercantum dlm
undangan. Sebelum dia sempat bertanya kepada sahabatnya, tiba-tiba sang pemuda muncul di hadapannya. Dengan bahasa isyarat yang kaku, ia menyampaikan bahwa.... Aku telah menghabiskan waktu lebih dari setahun untuk mempelajari bahasa isyarat, agar dapat memberitahukan kepadamu bahwa aku belum melupakan janji kita, berikan aku kesempatan, biarkan aku menjadi suaramu.

"I L O V E Y O U"
Melihat bahasa isyarat tersebut, dan cincin pertunangannya.... Si gadis akhirnya tersenyum bahagia.

Perlakukan setiap cinta seakan cinta terakhirmu.... dan baru kamu akan belajar cara memberi.....

Perlakukan setiap hari seakan hari terakhirmu..... dan baru kamu akan belajar cara menghargai......

Jangan pernah menyerah.

Keindahan Persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat
mempercayakan rahasiamu...

Jangan biarkan selisih paham merusak indahnya persahabatan...

Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar, mengandung banyak resiko...

Yakinlah pada dirimu ketika kamu berkata: "Aku mencintaimu..."

"When loving someone... never regret what u do... only regret what u didn't do"

date Senin, 02 Februari 2009

Tiga Juli 1999, tangis bayi memecah kesunyian. Sang bayi mungil lahir ke dunia membawa kebahagiaan bagi pasangan Jimmy dan Aiwan. Kulit putih kemerah-merahan, mata yang sungguh indah, bahkan ia memiliki bobot tubuh yang cukup besar dibandingkan ukuran normal bayi yang baru lahir. Semua orang yang melihat memuji sang bayi cantik yang kemudian diberi nama Olivia Laurencia dengan nama kecil Ping Ping ini. Yah, ini adalah mahakarya yang sungguh indah dari Tuhan bagi keluarga muda itu.

Sang bayi mungil tumbuh cepat dan makin cantik dari waktu ke waktu. Babak baru kehidupannya dimulai ketika umur satu setengah tahun. Saat anggota keluarga yang lain melihat adanya kelainan penglihatan pada Oliv kecil, segera mereka memeriksakannya ke dokter. Bagaikan disambar petir mereka harus menerima kenyataan bahwa Olivia divonis menderita kanker mata, atau istilah kedokterannya penyakit Retina Blastoma. “Biasanya untuk penyakit begini umurnya paling sekitar 2 tahun lagi,” demikian kata sang dokter yang terus terngiang-ngiang di ingatan orangtuanya.

Bergelut dengan Pengobatan

Berbagai pengobatan mulai dijalani, bahkan pengobatan sampai ke luar negeri. Dokter menyarankan agar bola mata kiri yang terkena kanker segera diangkat. Namun sang papa bersikeras untuk tidak mengambil jalan itu. “Dia seorang anak gadis, bagaimana dia menghadapi hidupnya kelak dengan mata palsunya. Jalan ini juga tidak bisa menjamin 100% sel kanker itu hilang begitu saja. Mata dia sungguh indah, semua orang juga mengakuinya,” berontak sang papa. Akhirnya dipakailah cara kemotherapy untuk mematikan sel-sel kanker yang telah tumbuh itu. Saat sang putri kesayangan teriak menahan sakit yang dideritanya, sang papa tidak kuat menerima kenyataan itu bahkan ia membenturkan kepalanya sendiri ke dinding.

Menurut pengakuannya meski sudah dibaptis dan menjadi pengikut Kristus, Jimmy dan Aiwan belum menjadi pengikut Kristus yang sesungguhnya. Untuk pergi ke gereja pun kadang masih agak ogah-ogahan. Tepatnya hanya menjadi umat yang biasa-biasa saja. Dalam mimpinya suatu malam Jimmy didatangi oleh malaikat yang membawa sebuah maklumat berisi hanya satu kata ‘BAPTIS’. Setelah menceritakan kepada saudaranya, saudaranya itu memberikan masukan “baptis berarti kamu mesti bertobat!”. Sambil tetap menjalani pengobatan, kondisi Olivia mengantar papa dan mamanya lebih rajin dalam berdoa dan mengikuti persekutuan. Mereka lebih berpasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Bapa. Mereka bertumbuh dalam iman di tengah penyakit yang diderita Olivia.

Di sela-sela kesibukan mengurusi pengobatan Olivia, Allah mendatangkan penghibur di keluarga ini. Seorang anak pemberian Tuhan hadir di tengah mereka. Sang adik kecil itu kemudian diberi nama Yohanes Natanael. Setidaknya ini adalah suatu penghiburan di tengah kesedihan mereka.

Olivia sempat menjalani dua kali kemotherapy yang membuat kondisi fisiknya drop. Saat ia drop dan trombosit dalam tubuhnya turun, sang papa dan pamannya dengan kondisi was-was musti siap mengantri sepanjang hari untuk mendapatkan bantuan darah di PMI. Demikian sepanjang hidupnya Olivia menjalani pengobatan. Biasanya setelah therapy ia mengalami kerontokan rambut hingga botak sama sekali. Dengan fisik yang demikian Olivia tidak pernah merasa rendah diri. Ia tetap menjadi anak yang periang. Bahkan di sekolah ia termasuk salah satu murid yang memiliki prestasi yang cemerlang. Seluruh keluarga besar sangat menyayangi dan memberi perhatian penuh kepadanya. Saat ilmu kedokteran sudah angkat tangan dan hanya memberikan harapan kosong atas kesembuhannya, seluruh keluarga tidak berputus asa. Berbagai pengobatan alternatif dijalani. Pantangan-pantangan makanan selalu dituruti oleh gadis kecil ini. Obat-obatan dari berbagai bentuk dan rasa yang sungguh merusak indra pengecapan juga dilahap dengan pasrah.

Membawa kepada Kristus

Dalam kondisi demikian, Oliv kecil sungguh bergantung pada Tuhan Yesus. Setiap pagi saat jam dinding baru menunjukkan pukul 04.00, bagai jam weker Olivia membangunkan orangtuanya untuk mengajak doa pagi. Ketika melihat papanya bersedih hati, Olivia selalu berujar “Smile”. Dengan polosnya Olivia berujar dan mengajarkan papanya “Dalam masalah apa pun kita harus selalu smile. Imannya kepada Yesus itu membuat ia boleh dibilang tak pernah mengeluh soal penyakit yang dideritanya. Ia bahkan tak pernah menangis karena penyakit itu.

Iman Olivia ini menghantarkan sang kakek, nenek, om, tante yang belum mengenal Kristus menjadi orang-orang percaya. Ketegaran Olivia membuat mereka semua merasakan bahwa Yesus sungguh ada bersama Olivia. Hal itu pula yang kemudian mendorong keluarga besarnya semakin berpasrah pada Yesus. Bahkan mereka kemudian terjun aktif dalam kegiatan rohani di lingkungannya. Sungguh inilah karya besar yang ditinggalkannya.

Bulan-bulan terakhir menjelang ajalnya ia menunjukkan kasihnya yang luar biasa kepada keluarganya, terutama kepada adik kecilnya. Ia berujar kepada sang mama “Kan Oliv mau jadi peri yang baik hati”. Natal dan malam Tahun Baru 31 Desember 2008, meskipun menahan sakit kepala yang belakangan selalu menyerangnya, ia berusaha tetap ceria. Saat acara tukar kado bersama jemaat Gereja, ia juga masih selalu bercanda dengan semua orang. Beberapa hari kemudian, 4 Januari 2009, saat sakit kepala yang semakin parah dan disertai dengan muntah-muntah, keluarga memutuskan untuk merawatnya di rumah sakit. Semakin lama kondisi fisiknya semakin parah. Tubuhnya bahkan sudah sulit untuk menerima asupan makanan. Hal yang ditakutkan pun terjadi. Hasil MRI menunjukkan sel kanker yang sudah membutakan mata kirinya telah menjalar sampai ke otak bahkan ke seluruh tubuhnya.

“Terimakasih Tuhan Yesus”

Setiap hari ia hanya bisa terbaring lemas dan tertidur. Saat ia terbangun, kesakitan yang sungguh luar biasa dialaminya. Ia hanya bisa berteriak, “Aduh sakit, sakit sekali Tuhan…”. Sang mama yang tidak kuat melihat penderitaan putrinya mengatakan, “Kalau sakit sekali, menangis saja Oliv,” tapi anak ini sungguh kuat. Dia tidak pernah mau menangisi kesakitannya.. Orang tuanya kembali dikuatkan dan diajarkan untuk tetap tegar dalam segala masalah, walaupun itu tidak mengenakkan. Kesakitannya semakin memuncak, bahkan obat penahan sakit yang diberikan dokter sudah tidak bisa menghilangkan rasa sakit itu. Dua malam menjelang ajalnya, Oliv yang bulan Juli mendatang genap berumur 10 tahun berdoa penuh iman. “Terima kasih Tuhan atas kasih karuniaMu, Oliv percaya Oliv sudah sembuh, Oliv sudah dipulihkan. Tidak ada satu penyakit apa pun di badan Oliv, dari ujung rambut sampai ujung kaki Oliv, karena sudah Engkau tebus di kayu salib. Tuhan berkati Oliv, Tuhan ampuni semua dosa Oliv, terima kasih Tuhan, Haleluya, Amin...” Sebuah doa yang sungguh indah dan penuh makna. Doa seorang anak yang sungguh mencintai dan mengimani Yesus.

Saat malam terakhir ia bahkan sempat meminta sang papa yang memang sangat dekat dengannya untuk memeluk, menurunkannya dari ranjang pasien dan memangkunya. Dia meminta kepada semua orang dan keluarga yang mengunjunginya untuk senantiasa berdoa dan mendoakannya sepanjang malam itu. Detik-detik maut semakin mendekatinya. Dalam kesakitan yang sudah tidak tertahan, kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya “Sakit sekali ya Tuhan, Oliv sudah tidak tahan lagi…” kemudian kepalanya jatuh terkulai sambil berucap “Trima kasih Tuhan Yesus” . Kemudian ia sudah tidak sadarkan diri, tubuhnya mulai kejang-kejang. Saat sang papa membisikkan ke telinganya “Papa merelakan Oliv pergi, karena papa percaya di surga penuh damai sejahtera dari pada di dunia dengan menanggung penderitaan. Saat Oliv bertemu dengan Yesus dan Yesus ingin memegang tangan Oliv, segeralah sambut tangan-Nya. Selamat jalan Oliv kami semua merelakan Oliv.” Dalam kondisi yang sudah ‘koma’ Olivia meneteskan airmata.

Sesaat setelah itu, bergantian istri pendeta memegang tangan Oliv sambil membisikkan di telinganya, “Kalau Oliv sudah bertemu Tuhan Yesus, Oliv genggam kencang tangan tante yah.." Dalam keadaan ‘koma’ itu ia benar2 menggenggam tangan itu dan tak lama kemudian Oliv kecil pun pergi untuk selamanya dengan perlahan, tenang dan damai. Dua belas Januari 2009, pukul 15.45.

Tugasnya sudah selesai

Kedua orang tuanya tentu sedih dengan kepergiannya. Tapi mereka mengimani bahwa Olivia sudah bahagia di surga selamanya. Mereka berusaha menahan tetesan airmata dan merelakan kepergiannya. Mereka berusaha meneladani apa yang selalu dikatakan Olivia selama hidupnya, bahwa “Segala sesuatu ada waktunya; selalu tersenyumlah dalam segala hal; tetap kuat dan tegar dalam pergumulan; berserah dirilah kepada Tuhan Yesus, karena Dia akan memberikan jalan terbaik dan selalu mengasihi kita”.

Jasadnya sudah terbaring kaku, tapi ia terlihat seperti hanya tertidur. Semua pelayat yang melihat, memuji Olivia bagaikan peri kecil cantik yang tertidur pulas. Wajah dan kulitnya putih bersih. Bibir kecilnya menyunggingkan senyum kecil bahagia. Salah satu mata yang tadinya agak cekung karena sel kanker sudah menggerogoti dan membutakan mata kirinya bahkan terlihat normal kembali. Ia benar-benar seperti tertidur. Semua mengimani, saat ajal menjemputnya Tuhan terlebih dahulu memulihkan fisiknya. Keluarga besarnya juga mengimani bahwa Olivia adalah penolong yang diberikan Tuhan di tengah-tengah keluarga mereka. Melalui sakit yang dideritanya satu persatu anggota keluarga besarnya bertobat dan menerima Kristus. Tugas malaikat kecil ini sudah selesai, maka ia kembali dipanggil Bapa ke surga.

Bahkan saat pemakamannya, di tengah-tengah cuaca yang sepanjang hari dipenuhi hujan deras, ketika kebaktian pamakaman dimulai, dan ketika sang pemimpin Ibadat menyerukan “Semoga prosesi pemakaman ini diliputi dengan cuaca cerah… Tuhan, walaupun kami tidak dapat melihat dengan mata kami tapi kami yakin Tuhan hadir di tempat ini,” detik itu juga, gemuruh guntur berbunyi seakan langit menjawab. Dan hujan yang sepanjang hari menyelimuti bumi, seketika berhenti. Semua yang menghantar ke pemakaman ini dengan tertegun berujar dalam hati, “Sungguh ia benar-benar dikasihi Tuhan”.

Segalanya berjalan lancar, kepergian sang malaikat kecil bahkan didoakan dan dihantar oleh beratus-ratus pelayat. Walaupun Olivia sudah tidak ada di dunia, tapi karyanya dalam dunia sungguh selalu akan dikenang. Karena bukan diukur dari berapa lama kita tinggal di dunia, tetapi seberapa berartinya hidup yang kita jalani.

Selamat jalan Olivia, doa kami menyertaimu selalu. Dan kami percaya, engkau juga senantiasa mendoakan kami dari sana.

date