Bagi kebanyakan wanita, pria adalah pribadi yang misterius. Lingkungan sosialisasi pria yang lebih sempit dibandingkan wanita, membuat makhluk jenis ini seolah menyimpan banyak misteri yang sulit dipahami oleh lawan jenisnya. Tapi dibalik kemisteriusannya itu, pria mempunyai rahasia-rahasia yang sebenarnya sangat sederhana. Apakah itu?
Pria Juga Suka Bergosip
Pria juga mempunyai kebiasaan yang hampir sama dengan wanita ketika mereka menemukan sebuah topik yang menarik. Meski tidak sevulgar wanita yang sejak lahir katanya sudah ditakdirkan suka berbicara, diam-diam para pria juga suka bergosip lho. Saat mereka berada di komunitasnya, para pria yang terlihat cool dan jauh dari kesan 'bisik-bisik tetangga' ini juga bisa sibuk menggosip.
Hahaha, so what? Para pria juga butuh berbicara dengan sesamanya dengan bumbu-bumbu disana-sini seperti para wanita rupanya. Hanya saja, biasanya pria baru mau bergosip dengan komunitas mereka (ketika ada kaum Hawa mendekat kearah pembicaraan mereka, maka mereka bisa langsung tutup mulut dan berlagak seperti tidak ada apa-apa lagi). Tidak seperti wanita yang anywhere dan anytime bisa langsung menggelar tikar kemudian, "Pst, eh jeng...jeng...tau nggak sie loe...bla bla bla...and...bla..bla...bla...", cara bergosip pria lebih tertutup dibanding wanita.
Topik pembicaraan yang dipilih priapun tak jauh dari topik yang biasa dipergunjingkan oleh wanita. Bedanya, para pria lebih menaruh perhatian pada tema-tema pembicaraan seputar pekerjaan, gadgets, olahraga, dan kegiatan harian khas mereka.
Pria Tidak Dapat Sendiri Tanpa Teman
Pria juga tidak bisa hidup nyaman tanpa teman-teman se-gank-nya. Mereka membutuhkan sekumpulan atau beberapa orang pria lainnya untuk menemani mereka mulai dari sekedar nongkrong di tepi jalan, hang out ke tempat fitness, nonton pertandingan bola ramai-ramai, sampai rekan/partner diskusi untuk masalah-masalah di tempat kerja dan keseharian mereka.
Berbeda dengan para wanita yang lebih tahan berada sendirian, pria relatif tidak tahan sendiri. Mereka perlu teman untuk membuat mereka aman dan nyaman. Satu kebiasaan ini sering kali membuat wanita kurang memahaminya. Wanita lebih mengingini suasana romantis dimana hanya ada dia dan si pria pasangannya, namun pria lebih memilih teman-temannya daripada berada dekat dengan kekasih yang ia cintai sekalipun. Tapi itulah pria. Kebebasannya berada di lingkungan teman-teman yang telah membuatnya nyaman lebih dulu memang tidak mudah digantikan oleh seseorang yang baru masuk ke dalam hidupnya kemudian.
Hal Yang Disukai Pria Dari Wanita Adalah Penampilan
Pria tak hanya tertarik pada paras yang cantik dari seorang wanita tapi juga dengan seluruh kemasan yang diusung oleh wanita tersebut. Bagi pria, mata mereka adalah kelemahan. Mereka mudah jatuh cinta pada sesuatu yang enak dilihat dan indah di mata mereka. Ingat, tak hanya wajah saja, tapi pria juga tertarik pada keseluruhan hal yang ada di diri seorang wanita. Wajah cantik, penampilan serasi, dan sikap yang sopan bisa membuat pria-pria makin mabuk kepayang dibuatnya.
Kebanggan Seorang Pria Adalah Pekerjaannya
Kemakmuran merupakan ukuran pride khusus bagi pria. Semakin mereka mempunyai pekerjaan yang mapan, penghasilan cukup apalagi sampai melimpah, kepercayaan diri mereka akan ikut meningkat seiring dengan stabilnya posisi perekonomian yang mereka miliki. Inilah sebabnya kenapa para pria lebih rentan terjangkit workaholic alias si gila kerja.
Uang juga dianggap sebagai modal para pria untuk berani melangkah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga, menghidupi istri dan anak-anaknya, serta memberikan jaminan atas seluruh kebutuhan hidup rumah tangganya. So, jangan heran jika mereka mendadak bisa menjadi seperti anak berusia lima tahun meski usia sebenarnya sudah diatas 30 tahun ketika posisi mereka di pekerjaan mulai terancam. Tandanya, pria itu sedang mengalami dilema sebagai seorang pria yang identik harus lebih berguna, lebih berkuasa, lebih mapan, dan lebih berwibawa dengan menghasilkan uang, sumber kehidupan bagi keluarganya.
Gugup Didepan Wanita Yang Disukainya
Meski pria terlihat sangat percaya diri ketika mereka berjalan atau memecahkan sebuah masalah, mereka akan berubah tegang, gugup, dan salah tingkah ketika berhadapan dengan wanita yang disukainya. Seatraktif mungkin perilaku seorang pria, ia bisa diam seribu bahasa di depan wanita yang bisa membuat degup jantungnya berdebar-debar.
Ada banyak pria berkata kepada saya bahwa mereka sebenarnya sangat takut akan penolakan. Itu sebabnya mereka bisa merasakan ketegangan, gugup, dan salah tingkah ketika berhadapan pada sosok wanita yang mereka sukai. Perasaan takut kehilangan dan takut ditolak itu, membuat para pria tidak bisa berfikir jernih dan percaya diri seperti biasa yang mereka pegang sebagai prinsip hidup.
Tidak Akan Mengaku Tentang Apa Yang Dipikirkan
Hal yang menurut pria sia-sia adalah ketika seorang wanita bertanya apa pendapat mereka tentangnya. Meski pria mengagumi wanita, tapi mereka tidak terlalu suka mengatakannya secara langsung ataupun berargumen untuk membuat anda tersenyum karenanya. Pria tidak pandai berbasa-basi. Jika anda bertanya kepadanya mengenai baju yang sedang anda pakai, dandanan yang sedang anda kenakan, atau pertanyaan mengenai cantik manakah antara anda dan wanita berbaju merah sexy yang baru saja lewat di depannya, mereka pasti lebih memilih untuk membawakan anda cermin daripada menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut hehehe.
Menyukai Tantangan
Kebanyakan pria lebih suka menantang adrenalin mereka daripada menghabiskan semalam penuh romantis dalam kesunyian. Bagi mereka, bersama orang yang dicintai dan semangat berpetualang haruslah seimbang.
Jika anda sudah mempunyai kekasih, sekali-sekali ajaklah ia menikmati suasana kencan yang sesuai dengan selera mereka. Tetap bernuansa romantis namun ada sense memacu adrenalin agar mereka tidak cepat merasa bosan dengan acara kencan bersama anda tentunya. Dinner dengan iringan live music dan arena sports game seperti billiard atau bowling, pasti lebih mengasyikkan bagi mereka daripada sekedar dinner diatas puncak gedung bertingkat, memandangi bulan purnama yang bertabur bintang-bintang.
Tidak Selalu Berpikir Tentang Seks
Banyak orang berkata bahwa pria dan sex adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Banyak wanita menyangka jika seorang pria mengajak mereka berkencan, itu artinya mereka meminta sebuah permainan sex dan berakhir diatas ranjang. Hal ini tidak sepenuhnya benar!
Pria hanya berpikir kearah sex ketika pikiran mereka sedang kosong atau dibiarkan ngelantur. Selama wanita dan orang-orang yang ada disekelilingnya memberikan support membangun di pikiran pria itu untuk terus bergerak kearah yang positif, pria tidak akan berminat melakukan sex meski ia mempunyai banyak peluang. Seorang pria yang penat sehabis kerja lembur berhari-hari atau sedang asyik menonton pertandingan sepak bola, juga dikatakan menunjukkan penurunan terhadap keinginan mereka terhadap sex.
Think positive, otak pria tidak selamanya berisi sex melulu kok hihihi.
Pria Tidak Menyukai Wanita Yang Posesif
Para pria suka berburu. Mereka suka akan tantangan. Suka menikmati proses saat mengejar wanita-wanita yang menjadi target incaran mereka. Keberhasilan mereka mengambil inisiatif pertama atas hubungannya dengan wanita yang sudah lama dikejarnya juga merupakan pride tersendiri bagi pria. Oleh karena itu, mereka tidak terlalu respek pada wanita-wanita yang menunjukkan agresifitas diawal hubungan, rasa posesif, dan suka memonitor setiap kegiatan mereka setiap saat. Semakin diawasi atau dikekang, pria bukannya bertambah nyaman dan setia kepada pasangannya, tapi biasanya mereka cenderung lari dan menghindar cepat-cepat.
Pria juga kurang suka jika hanya dijadikan sebagai pendengar yang baik. Mereka paling benci diomeli dan menjadi obyek pelampiasan dari gerutuan wanita yang sedang mengkritik tindakan mereka. Jika mereka menghadapi situasi dimana wanita siap dengan puluhan bahkan ratusan kata-kata yang siap dilontarkan kepadanya, ia pasti memilih untuk diam atau menghilang sesaat karena kemampuan utama pria bukanlah meladeni wanita dalam hal bersilat lidah.
Pria Menyukai Elektronik Dan Teknologi
Jika wanita mudah tersentuh oleh hal-hal berbau romantis, pria lebih mudah tersentuh oleh segala sesuatu yang berbau high tech. Jika wanita berjalan ke mall dan mereka bisa menghabiskan ratusan ribu untuk membeli baju dan peralatan make up, maka para pria juga bisa menghabiskan jutaan Rupiah hanya demi membeli barang-barang elektronik kesukaannya.
Hadiah yang menarik bagi seorang pria tentu saja yang berbau elektronik dan high tech. Mereka tidak terlalu terpesona dengan hadiah liburan gratis ke tempat paling indah atau paling mahal sekalipun. Tapi mereka akan segera bersorak girang ketika mereka mendapatkan gadgets keluaran terbaru atau barang elektronik yang mereka idam-idamkan sejak lama. Hmm, anda tertarik memberi hadiah kepada seorang pria? Cari tahu aja benda elektronik atau gadgets apa yang sedang menjadi incarannya saat ini
Sebagian besar pria dekat pada ibunya.
Kebanyakan pria lebih dekat kepada ibu mereka daripada kepada ayah mereka. Karena kedekatan ini, menyebabkan tidak sedikit dari pria-pria yang kemudian mencari wanita-wanita yang juga mirip dengan ibu mereka. Berada di sisi wanita yang mempunyai sifat seperti ibunya, membuat para pria ini lebih nyaman dan terlindungi selama menjalani hubungan.
Sebagian besar pria menginginkan istri yang dapat menyayangi, perhatian dan memperhatikan rumah tangga.
Pria bukanlah tipe makhluk yang mudah memutuskan untuk menikah. Mereka akan berpikir puluhan kali sebelum akhirnya berkata, "Would you like to be my wife" kepada seorang wanita meski ia sudah mencintainya segenap hati dalam waktu yang cukup lama. Berbagai pertimbangan seperti aspek ekonomi dan keberlangsungan rumah tangga mereka ke depan, menjadi beban tanggung jawab tersendiri dipundak para pria.
Wanita yang bisa mencintai, memperhatikan, dan capable dalam urusan dalam rumah tangga seperti memasak dan mengurus anak-anak, akan memperoleh nilai plus di hadapan pria. Wanita seperti ini, pasti selalu menjadi dambaan setiap pria tanpa kecuali. Pria memang menyukai wanita yang mandiri dan memiliki karrier bagus dibidangnya. Namun bagi mereka, kodrat wanita yang tidak bisa dirubah adalah mengurus rumah tangga.
Kegagalan seorang wanita di mata pria yaitu ketika mereka dipandang telah melalaikan kewajiban rumah tangganya seperti mengurus keperluan suami dan anak-anaknya. Tidak perduli apakah wanita tersebut mampu mencetak jutaan Rupiah setiap minggu atau setiap bulannya, yang dibutuhkan pria dari wanita adalah pengabdian mereka terhadap rumah tangga dan anak-anaknya nanti, bukan pekerjaannya di kantor yang hebat, pendidikannya yang tinggi, segudang aktivitasnya di oraganisasi ini itu, dan lain-lain, meskipun pria juga menyukai pasangan yang cerdas, mandiri, dan mempunyai segudang prestasi.
Semua pria ingin menjadi suami yang terbaik untuk istrinya.
Selaras dengan keinginan setiap pria untuk memiliki istri yang mampu memberikan cinta, perhatian, dan bisa mengurus keperluan rumah tangga dengan baik, jauh di lubuk hati setiap pria mereka juga mendambakan dirinya bisa menjadi suami terbaik bagi istrinya. Meski seorang pria termasuk sulit mengambil komitmen relationship atau nampak sebagai pria dengan bertemperamen liar, ia tetaplah seorang pria yang perlu dikasihi dan mengasihi, serta pasti mempunyai kerinduan membentuk keluarga dengan orang yang dicintainya dan berbahagia dalam rumah tangganya suatu saat nanti.
Saat paling bahagia seorang pria adalah saat menjadi ayah.
"Tidak ada hal yang membuat hidupmu terasa lengkap kecuali ketika kamu menjadi orang tua", ini adalah kalimat yang diucapkan oleh seorang sahabat pria saya beberapa hari setelah ia menggendong bayi mungil hasil pernikahannya. Ya, itulah kebanggaan lain dari seorang pria. Mereka bangga dan bahagia ketika mereka menjadi seorang ayah dari anak yang lahir dari darah dagingnya sendiri meski terkadang ia bisa terkesan sangat cuek dan kurang bisa bergaul akrab dengan anak-anak kecil.
Pria menyukai keromantisan, tetapi sebagian besar dari mereka tidak dapat berlaku romantis.
Hampir semua pria-pria yang ada disekeliling saya merupakan pria-pria yang tidak romantis. Setiap kali saya berkata kepada mereka, "Kok kamu nggak bisa romantis sie?", mereka akan membalik pertanyaan saya menjadi, "Emang romantis itu seperti apa sie? Kan aku udah ngajak kamu makan bareng, jalan bareng, ngasih coklat...Itu bukan romantis ya?"
Banyak pria mengalami dilema saat disuruh berromantis ria kepada wanita. Mereka pikir, arti romantis pasti seperti yang ada di film-film Hollywood dimana kebiasaannya seorang pria akan datang kepada wanita dengan bunga rose merah dan coklat di tangan, kemudian mengajaknya candle light dinner dibawah siraman cahaya bulan dan bintang. Itukah yang disebut romantis? Oh no!
Bagi wanita, romantis adalah refleksi kepercayaan terhadap pasangannya. Romantis bukan hanya sekedar tindakan tapi lebih kearah keterlibatan emosi dan keintiman. Banyak pria tidak bisa bersikap romantis kepada wanita karena logika mereka sering bergerak maju lebih dulu daripada perasaan, sehingga kebanyakan dari mereka hanya bisa melakukan tindakan yang berbau romantis namun tidak terasa/berkesan romantis bagi wanita yang ia maksut karena tidak ada keterlibatan emosi dan keintiman didalam tindakan-tindakan tersebut, atau mereka benar-benar tidak mau melakukan tindakan yang bersentuhan dengan keromantisan karena mereka malu jika nanti ditertawakan oleh wanita saat mereka berusaha menunjukkan sisi kelembutannya (kebanyakan pria juga takut akan penolakan rite?).
Ajari para pria-pria kekasih anda untuk bersikap romantis dari hati, bukan mengomelinya ketika mereka mengulurkan bunga, coklat, atau menawari anda candle light dinner namun mereka menunjukkan sikap dingin dan tidak perduli terhadap perasaan anda sendiri. Sebagai wanita, kita adalah penolong pria. Jika mereka membutuhkan bantuan untuk mengkoreksi bagaimana cara bersikap yang benar dan menyentuh hati anda, ya utarakan uneg-uneg yang ada dihati anda dengan lembut dan penuh kasih.
.jpg)
Sabtu, 10 April 2010