Saat hidup kita lagi diatas, kadang kita terlena. Ga mau liat orang lain.
Ga mau liat teman, sodara bahkan orang tua. Kadang waktu kita memiliki
rezeki, kita tetap merasa kekurangan. Kadang di beberapa orang yg ga kuat,
akan merubah dia menjadi seorang yg rakus. Yg agak lebih mendingan, kadang
kita jadi workaholic, kita ga punya waktu utk keluarga, teman, pacar
bahkan untuk diri sendiri... Alasannya "ini kan untuk masa depan"Well.. ..
Bagaimana kalau masa depan itu ngga dateng? Gimana kalau tomorrow never
come? Gimana kalau ternyata Tuhan kasih hari ini adalah hari terakhir kita
didunia. Atau hari terakhir dari orang2 yg kita cintai...
Saya baru aja pulang dari TKB jebolnya tanggul situ gintung. Wah semua
perasaan campur aduk. Padahal, ini bukan pertama buat saya. Aceh, Jogja,
Lapindo, Banjir 2007, 2005. Tapi tetap aja perasaannya masih ajaib.Saya
sempat ngobrol panjang dengan salah satu korban di tempat pengungsi.
Namanya Panji.
Panji ini rumahnya hanya beberapa meter dari tanggul itu. Dia tinggal
sendiri di rumah warisan dari pamannya. Ortu dan pamannya dah meninggal,
dan bibinya tkw di Singapura. Dia kerjanya sebagai kurir di pagi hari,
malemnya teknisi di salah satu pabrik di daerah kampung rambutan. Dia
punya pacar namanya Dinni. Yg tinggal di sebelah rumahnya.
Rencananya mereka akan menikah tahun ini. Malam kejadian sekitar pukul 8,
mereka berkelahi. Alasannya, sebenarnya Panji libur malam itu, jadi dinni
mengajak Panji untuk jalan2 ke bogor bersama keluarganya. Menginap di
rumah uwak Dinni. Tapi Panji menolak dengan alasan dia ditawari mengantar
barang ke daerah karawang. Uangnya lumayan.
Mendengar alasan ini Dinni jadi marah dan teriak2 karena memang Panji
hampir ga pernah punya waktu untuk Dinni. Alasannya karena cari uang utk
pernikahan. Sampai akhirnya Dinni bilang kalau Panji egois, percuma cari
uang utk menikah kalau kelakuan Panji malah bikin hilang selera untuk
menikah. Panji tersinggung dan bilang kalau Dinni ga menghargai Panji.
Akhirnya malam itu mereka bertengkar hebat. Dan Panji tetep pergi
mengantar barang.
Karena ada masalah sedikit di Karawang, Panji tertahan lama disana. (saya
rasa karena jalan Tuhan). Akhirnya Panji sampai di Jakarta sekitar jam
4.45 menit. Sampai dideket rumah, Panji bingung karena di jalan Ciputat
Raya banyak tetangganya berkerumun, menangis dan berteriak. Panji bingung.
Semua ditanya tapi ga ada yg jawab. Semua seperti sibuk dengan tangisannya
sendiri.
Ga berapa lama Panji ketemu sama Iksan, sepupu Dinni. Tapi si Iksan udah
nangis sampai ga bisa ngomong. Setelah ditenangkan barulah iksan
bercerita.Iksan bilang bahwa tadi uwak (papa Dinni) suruh dia anter uwak
dan keluarga ke Bogor karena uwak Nani (adik papanya) abis melahirkan ga
ada yg jaga. Pas Iksan tanya Dinni kok ga ikut, kata papanya Dinni ga mau
ikut. Dia lg ga enak hatinya. Mungkin berantem sama Panji. Jadi dia mau di
rumah.
Jadi Iksan pergi. Iksan ketiduran di Bogor , pas pulang ternyata tanggul
jebol. Dinni ga tau dimana... Rumahnya kerendem.Sampai tadi saya pulang,
Dinni belum ada kabarnya. Dari 68 orang yang jadi korban, belum ada
jenazah Dinni. Dan Panji belum tidur. Dia belum bisa. Dia menyesal sekali.
Dia belum berhenti menangis saat saya pulang. Dia ditemenin sama ayah
Dinni yg luar biasa bijaksana dan masih bisa menjadi luar biasa tenang
walau kehilangan putri semata wayangnya...
Terakhir Panji bilang sama saya... "Mba, kalau saya tau mba, saya akan
ikut mba sama dia. Kalau saya ikut saya ga akan begini mba. Dia ga akan
begini mba. Kasihan Dinni mba. Semua salah saya.. Sekarang uang tabungan
saya ga berarti mba. Semuanya udah ga ada artinya kalau ga ada Dinni
mba..... Buat apa saya kerja mba, buat Dinni mba.. Kalau ga ada Dinni
semuanya ga ada artinya..." Saya ga bisa nenangin karena saya pun jadi
ikut menangis.... Well, saya ga bisa bilang apa2 tentang ini.
Saya cuma bisa bilang, ayuk kita belajar dari Panji. Percuma kerja
terus2an tapi kita ga bisa menikmati hasilnya. Alasan kita kerja adalah
untuk cari uang. Cari uang untuk keluarga atau menikah dgn pasangan kita.
Tapi inget, hubungan kita dgn mereka bukan hanya sekedar uang. Tapi ada
jalinan yg harus dipertahankan. Ada cinta yang harus dirawat. Dan semuanya
itu ga bisa dilakukan dgn uang.Hidup itu harus Balance. Bekerja dan
bersenang2nya. ... Segala sesuatunya deh. Kalau ga, kita ga akan bisa
nikmatin. Dan lihat sekeliling kita, orang2 yg kita sayang. Bagaimana
kalau ternyata besok mereka sudah tidak ada lagi untuk selamanya. Waktu ga
bsa diputer. Dan kematian datang seperti pencuri.
Spend sometimes with your love one. Supaya kalau mereka benar2 akan
dipanggil Tuhan, at least kita dah berbuat yg terbaik. Begitu juga kalau
kita yg dipanggil, at least we leave them no regrets... Just a sweet and
very good memmories... .
Saya bingung harus ngomong apa. This story just got me over the edge of my
emotion. No wise words I could give. No advice.
Saya cuma bisa bilang, coba bayangin kalau ada di posisi Panji..... Deepest condolances.. ....
Selasa, 16 Februari 2010
.jpg)