Dulu aku dipandang kotor, bercampur dengan air hujan, dan ada orang tua
yang melarang anak-anaknya bermain denganku. Kata mereka aku sumber
penyakit.
Tapi suatu hari ada seseorang yang mengambilku, tangan kotornya
melemparkan aku ke sebuah roda berputar. Kemudian dia mulai
memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. "Stop! Stop!" aku
berteriak,
tapi orang itu berkata, "Belum!" Lalu dia mulai meninjuku
berulang-ulang. Lebih buruk lagi, setelah itu dia memasukkan aku ke
dalam perapian. "Panas! Panas!" teriakku dengan keras. "Stop! Cukup!!"
teriakku lagi. Tapi orang itu berkata, "Belum!"
Akhirnya dia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku
menjadi
dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku... Ternyata belum. Setelah
dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda, dan dia mulai mewarnai
aku. Asapnya membuatku sangat mual. "Stop! Stop!" aku berteriak. Wanita
itu berkata, "Belum!" Lalu dia memberikan aku kepada seorang pria dan
aku dimasukkan lagi ke dalam perapian yang bahkan lebih anas dari
sebelumnya! "Tolong! Hentikan semua ini!" aku berteriak sekuat-kuatnya.
Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku, dia terus membakarku.
Setelah beberapa saat aku dibiarkan menjadi dingin, seorang wanita
mengangkatku dan menempatkan aku di dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku
terkejut sekali, aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri
sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku
yang lalu menjadi sirna saat aku melihat diriku.
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu
jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian
terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan
itu
memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan
tak kekurangan suatu apapun." (Yak 1:2-4)
Jika Anda sedang menghadapi berbagai ujian hidup, jangan kecil hati dan
jangan putus asa. Dia sedang membentuk Anda. Proses itu memang tidak
nyaman dan kadang menyakitkan, tapi setelah semua proses itu selesai,
Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda dan mendandani
Anda sebagai mempelaiNya.