Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Nyi DCH tentang ‘luar negeri’ membuat Vids coba tuliskan pengalaman-pengalaman sewaktu di pesawat, dan dengan moral cerita yang dipaksakan dan semoga tidak dicontoh hahaha.

Pengalaman 1:

Suatu hendak memasuki pesawat, saat tiket aku berikan, terdengar bunyi beep beep, dan aku berpikiran apakah tiketku salah? Petugas tersebut menjelaskan kalau aku di-upgrade ke kelas bisnis. Akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk merasakan fasilitas kelas bisnis. Bangku pesawat yang lebih lega terpampang sekaan bersiap untuk aku duduki, memang lebih luas. Perhatianku tertuju kepada tombol-tombol yang ada di samping lengan bangku tersebut. Mulailah dengan rasa penasaran, aku mencoba tombol itu satu-satu.

Saat melihat tetangga sebelahku, ada satu posisi yang aku inginkan, posisi rebahan kaki, aku mencoba semua tombol yang ada, tetapi tidak berhasil mendapatkan posisi itu. Karena semua tombol aku tekan, mengakibatkan kursi tersebut bergoyang-goyang keatas kebawah, seperti kursi goyang. Aku mencoba menghentikannya tetapi tidak bisa, tetap bergoyang, dan pengumuman untuk bersiap karena pesawat akan take off membuat diriku tambah panik, untuk menghentikan goyangan bangku ini.

Penumpang sebelahku bukannya membantu, tetapi malah menutupi wajahnya dengan majalah dan tertawa. Akhirnya seorang pramugari datang menghampiri dan dia tersenyum kepadaku dan menekan satu tombol saja, dan akhirnya bangku itu kembali langsung ke posisi semula.

Tidak berhenti disitu, saat pesawat sudah mengudara, aku hendak mengeluarkan monitor TV, dengan mencoba memaksanya keluarkan secara manual seperti di kelas ekonomi, tetapi tidak keluar-keluar. Kali ini tetanggaku tidak tahan, sambil tersenyum dia menekan satu tombol dan keluarlah monitor TV itu, hahaha malu aku akhirnya bilang kedia, ini pengalaman pertamaku naik di kelas bisnis.

Moral cerita: “Pengalaman pertama itu memang selalu menegangkan dan penuh keingintahuan, berbagai cara dan posisi selalu ingin dicoba, dan jangan ragu untuk selalu mencoba”

____________________


Pengalaman ke 2:

Sewaktu berjalan pulang dari photo session di Bromo. Kami para pencinta fotografi sekitar 30 orang jadi cukup ramai.

Saat memasuki pesawat, aku bilang ke satu temanku, Om ada kecoak diatas tuh, aku melihat si kecoak dengan sikap hendak terbang, dan memang binatang itu cukup menjijikan, si Om ini malah meledek mana ada sih kecoak di pesawat, aku bilang kok tidak percaya, tuh lihat.

Saat itu juga mungkin karena si kecoak merasa dirinya terancam, dia terbang, alhasil si Om ini ternyata jijik akan kecoak, dia menghindar dan teriak, "Kecoak-kecoak". Disebelah kananku seorang model juga mendekap diriku karena ketakutan dan di sebelah kiriku ada orang bertubuh atletis, dengan baju yang seakan memamerkan ototnya, ternyata dia malah takut dengan kecoak. Dengan badan sebesar itu dia melompat menghindar, alhasil penumpang di depannya juga terkaget-kaget dan terdesak si atlit berbadan besar ini. Suasana jadi tambah gaduh karena para penumpang wanita teriak-teriak.

Untung saat itu belum berangkat, kalau sudah di udara mungkin ada turbulence dalam pesawat.
Kemudian datanglah pramugari dengan sigap dia menangkap si kecoak dengan tangan kosong, kemudian berjalan gemulai dengan kecoak di tangannya ke toilet diiringi dengan sorakan dan tepuk tangan meriah dari para penumpang.

Ternyata si cantik ini lebih berani daripada si badan besar, mungkin benernya dia juga takut, tapi terpaksa harus menangkap si kecoak ini.

Moral cerita: walau berbadan besar bukan berarti dia berjiwa pemberani, dan ternyata seorang bisa jadi pemberani karena dituntut oleh sesuatu, dan serangga sekecil kecoak ternyata bisa membuat satu pesawat heboh”

Pengalaman ke 3:

Sekali waktu aku telat untuk check-in sehingga aku mendapatkan posisi bangku di belakang, aku suka berada di deretan depan, karena lebih cepat keluar pesawat, sehingga nanti tidak perlu berantrian lama di imigrasi.

Setelah mendapatkan posisiku duduk di 2 baris terakhir, aku kemudian mencari-cari majalah tersisa. Di Sebalahku ada seorang gadis dan pacar atau suaminya, mereka sedang ribut dengan kru pesawat, kalau mereka mau minta pindah tempat duduk, karena TV monitor mereka rusak. Karena perdebatan yang suaranya lama-lama mengeras, jadi aku menyimak dan mengetahui semuanya, dan pihak pesawat bilang ke mereka, kalau mereka itu sebenarnya sudah diberi tahu mengenai kerusakan monitor ini, dan sewaktu check-in mereka setuju kalau tetap menerimanya asal bisa duduk berdua.

Tetapi setelah di dalam pesawat, mereka bilang tidak mau mengerti dan minta ganti rugi, mungkin ini cara mereka memanfaatkan situasi dengan pertama kali bilang setuju setelah di dalam tidak, sehingga mereka menuntut sesuatu sampai meminta duduk di kelas bisnis. Mungkin mereka berpikir bisa dipindahkan kesana. Dan karena pesawat penuh, tidak ada lagi posisi 2 bangku kosong, yang ada satu kosong dan itu di barisan depan, mendengar hal itu aku langsung berpikir, wow ada bangku kosong didepan, kalau begitu aku bisa tukar tempat..

Jadi aku bisa mendapatkan gambaran akan peristiwa yang terjadi, ada yang ingin memanfaatkan situasi dan ada posisi kosong di depan, kemudian aku mengangkat tanganku ke si pramugari, dijawab, untuk tunggu sebentar, 1 minute please, dan terus menerus mereka berdebat, si pasangan dengan sedikit arogan mulai mengeraskan suara, dan pihak manager pesawat datang dan mencoba diskusi mencari solusi, terus aku unjuk tangan lagi kali ini dicuekin lagi, akhirnya aku berdiri dan langsung bicara, gimana kalau posisiku diambil mereka dan aku dipindahkan ke depan saja tapi dengan satu syarat, aku mau tas kameraku dapat tempat kosong, karena aku tidak mau ditimpa dengan tas orang lain.

Pramugari dan manager itu menyambut baik usulku dan raut mereka senang sekali berbeda dengan si pasangan ini, mereka melihatku dengan rasa kecewa, karena aku mungkin menggagalkan rencana mereka.

Bagiku aku dapat duduk di barisan depan adalah tujuanku, dan kalau masalah jadi selesai yah bagus, dan si pramugari itu bilang begitu banyak terima kasih, dan kemudian aku bilang, dari tadi aku sudah bilang mau bantu, kamu suruh aku tunggu, dia bilang dia sudah tidak tahu bagaimana menangani pasangan itu, dan mereka meletakkan tasku dengan baik.

Aku duduk di bangku baru, sang manager datang dan berjongkok memberikan kartu namanya dan bilang kepadaku, kalau ada apa apa lain kali bisa hubungi dia, dan dia sangat menghargai bantuanku.

Dalam perjalanan itu setiap pramugari yang lewat, selalu menanyakan apakah aku butuh sesuatu, mau es-krim, mau soft toy, mau souvenir, dengan sikap mereka itu membuat penumpang di barisanku melihatku dengan rasa aneh mungkin menjadi bertanya-tanya dalam hati, siapakah pemuda ini? hahaha dan sewaktu akan keluar mereka menyambutku bak seorang penting, mengucapkan terima kasih dengan membungkuk, dengan menolong mereka aku pun mencapai posisi duduk yg aku idamkan.

Moral cerita: “Carilah segala peluang dengan terus membuka mata, telinga dan cobalah menolong orang lain, dengan menolong orang lain kadang tujuan kita pun bisa tercapai, dan perbuatan baik akan diikuti dengan kebaikan2 yang terus mengikuti”.

Pengalaman ke 4:

Saat menunggu di ruang tunggu, sebelum pintu pesawat dibuka, di dekatku ada seorang gadis manis sekali, cantik, perhatianku yang sedang membaca majalah pun akhirnya terusik dengan kehadiran si sosok cantik ini, dan pikiranku langsung melayang mencari akal bagaimana caranya untuk berkenalan dengan gadis ini, sekali-kali curi pandangku ke arahnya tertangkap basah, dan langsung aku alihkan ke majalah lagi. Terus aku berharap-harap ah seandainya dia duduk di sebelahku nanti di dalam pesawat…

Pintu pesawat sudah dibuka dan kami dipersilahkan masuk, dengan cepat aku masuk duluan, karena biasa aku mau taruh tas yang berisi kamera. Lalu menunggu semoga si gadis cantik itu duduk disebelahku, dan ternyata doaku seakan terjawab, dia datang ke arahku, menatapku dan lebih lagi dia tersenyum, wah pikirku akhirnya kejadian, dan aku hendak mau memberikan celah ke tempat duduk di sebelahku, tapi malah dia mengajakku berbicara, ah masa langsung terjadi perkenalan secepat ini, hati sudah dag dig dug, dan suara merdu itu bilang ke aku, mas saya seharusnya duduk disitu….

Ya ampun malu malu deh, ternyata aku salah tempat duduk, yang aku duduki tempat duduknya dia hahahahaa… pantas saja dia senyum dan mendekatiku hahaha… ternyata aku duduk barisan sebelahnya, tetapi karena salah duduk tersebut jadilah terjadi perkenalan.

Moral ceritaJangan ragu untuk selalu berharap, segala sesuatu akan ada jalannya, walau sulit dimengerti caranya, tapi dengan berharap sesuatu yang mustahil bisa terjadi, siapa disangka akan terjadi salah tempat duduk, dan siapa sangka tempat duduk itu ternyata milik si gadis cantik, sehingga perkenalan terjadi”.

date Senin, 25 Januari 2010

0 komentar to “Pengalaman di Pesawat ...”