| Berikut ini beberapa karakteristik yang saya yakin konsisten dengan karakteristik orang yang akan Tuhan pertemukan dengan Anda untuk bersama sepanjang hidup Anda, dengan catatan Anda juga adalah orang yang terbaik dari Tuhan untuk orang lain itu. Ini bekerja 2 arah, Tuhan tidak akan memberikan Anda yang terbaik jika Anda belum menjadi yang terbaik untuk calon pasangan Anda. Jadi, pastikan Anda juga mengukur diri Anda sendiri dengan 8 karakteristik berikut ini.
Bergairah Untuk Tuhan Pertanyaan: Apakah orang ini bergairah untuk mencari dan mendekat pada Tuhan karena motivasi dari dirinya sendiri? Dalam kesehariannya, apakah dia membaca Alkitab, berdoa, dan mempunyai komunitas gereja? Apakah orang ini bergairah untuk Tuhan? Ingatlah: Orang yang terbaik dari Tuhan akan mempunyai hubungan pribadi yang terus bertumbuh denganNya secara murni dan intim. Dengan kata lain, dia tidak akan mampu meninggalkan Tuhan dengan atau tanpa Anda
Berdoa Pertanyaan: Apakah orang ini berdoa secara teratur? Apakah dia dengan mudah berdoa bersama saya atau di depan orang lain? Apakah dia berbicara tentang doa-doa pribadinya dan doa-doa yang terjawab? Ingatlah: Pernikahan tanpa doa seperti bola lampu tanpa aliran listrik. Yang terbaik dari Tuhan adalah seseorang yang berkomunikasi denganNya secara teratur untuk mendapatkan arahan dalam hidupnya, keintiman dengan Tuhan, dan juga untuk menabur dalam kehidupan orang-orang di sekitarnya.
Murni Pertanyaan: Apakah orang ini memutuskan untuk menunggu sampai pernikahan untuk hubungan seksual? Apakah tindakannya sesuai dengan perkataannya yang menyatakan bahwa dia ingin menjadi murni dan menghormati Tuhan dalam hal pernikahan? Apakah orang ini berusaha untuk membuat batasan-batasan fisik yang sehat dan berkomitmen untuk menghormati kesucian saya di atas keinginan-keinginannya yang egois? Ingatlah: Saya percaya salah satu dari barometer apakah seseorang berjalan bersama dengan Tuhan atau tidak adalah apakah dia mencoba menggoda Anda untuk melakukan dosa seksual atau tidak. Jika dia benar-benar mengasihi dan taat pada Tuhan, tidak akan ada alasan, bermain api, atau kompromi. Orang ini akan menghormati Tuhan di atas semua hasrat egoisnya, dan karena itu dia akan menghormati dan mengasihi Anda, melindungi tubuh Anda sampai pernikahan.
Mau Diajar Pertanyaan: Apakah orang ini mau untuk mencari bantuan atau meminta pertolongan? Apakah dia mengakui jika dia melakukan kesalahan dan meminta maaf? Apakah dia mencari pertimbangan dari sesama orang percaya? Apakah dia menghormati otoritas yang diberikan Tuhan dalam hidupnya? Apakah dia mau taat sepenuhnya pada Tuhan? Ingatlah: Jika pasangan Anda mau diajar dan menerima input dari Anda maupun orang lain, dia sepertinya juga mudah diajar oleh Tuhan. Tidak ada rasa aman yang lebih besar dalam pernikahan (terutama bagi wanita, yang akan tunduk pada suami mereka) daripada percaya pada pasangan (atau suami) yang mudah diajar oleh Tuhan dan mencari kehendak Tuhan di atas kehendaknya sendiri. Seorang pria atau wanita yang hidup untuk menyenangkan Tuhan adalah orang yang sapat anda percaya untuk keputusan-keputusan yang penting. Seseorang yang mengijinkan orang lain untuk berbicara tentang kebenaran tentang hidupnya juga bijaksana dan mau diajar.
Jujur Pertanyaan: Apakah orang ini mengatakan kebenaran pada Anda walaupun itu sulit? Apakah dia mau berbicara terbuka tentang perasaannya, pergumulannya, masa lalunya, dan kegagalannya? Apakah dia bertanggung jawab atas tindakannya saat dia melakukan kesalahan? Apakah dia pernah memutarbalikkan kebenaran atau meminimalkannya agar dia bisa keluar dari masalah atau membuat dia terkesan lebih baik? Ingatlah: Kejujuran perkataan pasangan Anda dalam pernikahan adalah hal yang vital. Dalam hubungan kencan, harus ada tanda dari kejujuran dan keterbukaan. Orang yang berkencan dengan anda sewajarnya mau untuk terbuka dan berbicara tentang hal-hal sulit dalam hidupnya, dia tidak berusaha menyembunyikan atau memutarbalikkan kebenaran, dan dia mau bertanggungjawab jika dia melakukan kesalahan. Dia tidak seharusnya merasa takut jika dia telah berbuat salah.
Utuh Pertanyaan: Apakah orang ini menempatkan harapan dan kebutuhan emosionalnya terutama dalam Tuhan? Saat mengalami kesulitan apakah dia berusaha mengisi kekosongan dengan dukungan emosional dari orang lain (khususnya saya)? Apakah dia baik-baik saja ataukah dia bergumul dengan kegelisahan terus menerus, kecanduan, kebiasaan buruk (alkohol, penyimpangan pola makan, pornografi, obat-obatan, belanja berlebihan, dan lainnya)? Ingatlah: Orang yang Anda nikahi tidak bisa bergantung pada Anda untuk membuat mereka bahagia, atau untuk selalu berada di samping mereka sepanjang waktu. Lihatlah apa yang dia lakukan untuk menangani rasa sakit, masalah, atau kebosanan. Apakah dia menghindarinya, menguburnya, tidak mempedulikannya, atau menghadapinya? Anda harus dapat melihatnya bergantung pada Tuhan untuk kebutuhan emosionalnya dan rasa sakitnya. Meletakkan harapan yang terlalu besar pada satu sama lain atau bergantung pada siapapun/apapun selain Tuhan untuk menghadapi rasa sakit dan kebosanan lama-kelamaan akan berdampak negatif pada pernikahan karena hanya Tuhan yang dapat mengisi kekosongan itu. Hanya Tuhan yang dapat memberikan penghiburan, harapan, dan rasa aman.
Berserah Pertanyaan: Apakah orang ini dengan keras kepala mengejar rencana dan tujuannya, ataukah dia seringkali menyerahkan hidupnya pada Tuhan dan rencanaNya? Ingatlah: Jika orang yang Anda nikahi hidup hanya untuk dirinya sendiri, Anda tidak akan mempunyai pernikahan yang Tuhan maksudkan untuk Anda. Seseorang yang berserah pada Tuhan akan membuka pintu-pintu kepada perjalanan dan petualangan pernikahan dalam rencanaNya!
Memaafkan Pertanyaan: Apakah orang ini dapat memaafkan dan menghadapi hal-hal dengan mudah? Apakah dia memperlakukan dengan baik orang yang telah menyakitinya di masa lalu? Apakah ada area kepahitan atau tidak mau mengampuni dari masa lalunya yang belum atau tidak dia hadapi, sehingga sering muncul ke permukaan? Ingatlah: Orang yang tidak mau mengampuni biasanya tidak terhubung dengan pengampunan Tuhan atas dirinya. Orang ini akan membawa kepahitannya dalam pernikahan yang nantinya juga akan mempengaruhi Anda. Orang yang mau mengampuni menyadari bahwa Tuhanlah yang memegang kendali, yang membebaskan mereka untuk melepaskan rasa sakit hati dan menerima kedamaian. Karakter ini akan menjadi berkat bagi Anda saat Anda menghadapi konflik pernikahan. Jika, setelah membaca daftar di atas, Anda menemukan bahwa karakteristik itu masih belum Anda miliki dalam diri Anda sendiri, saya mendorong Anda untuk mulai membangunnya dalam hidup Anda. Pelajarilah Firman Tuhan, lakukan, dan berdoalah setiap hari, membaca buku-buku Kristen, bergabung dengan komunitas Kristen.
Jika Anda sedang berhubungan serius dimana Anda dan calon pasangan Anda tidak mempunyai semua karakteristik di atas, dan jika Anda masih belum mengetahui rencana Tuhan untuk masa depan Anda, cobalah langkah-langkah ini:
• Mintalah masukan dan pertimbangan dari orang-orang percaya lainnya yang lebih dewasa. Mereka bisa saja pastor, orang tua, teman dekat Anda, atau konselor bimbingan pra nikah. • Berdoalah dan atau berpuasa untuk jawaban doa Anda. Berjanjilah untuk beberapa waktu terpisah dengan calon pasangan Anda untuk saling berdoa. • Perhatikan roh Anda. Jika Anda tidak merasa damai sejahtera tentang hubungan Anda dengannya, perhatikan. Damai sejahtera dapat menjadi salah satu cara Tuhan yang penting untuk mengatakan sesuatu kepada Anda. • Menunggu. Mungkin Tuhan memang belum menyatakan rencanaNya untuk hubungan Anda. |